Kuatkan Tarbiyah dan Gerakkan Dakwah, WI Gowa Targetkan Sejuta Dai
Gowa.wahdah.or.id, Sungguminasa — Ratusan kader Wahdah Islamiyah Gowa memadati Masjid An Nuur pada Senin (2/2/2026) dalam agenda Tarbiyah Gabungan. Mengangkat tema besar “Menguatkan Tarbiyah Menggerakkan Dakwah Menuju Sejuta Dai”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus konsolidasi dakwah bagi seluruh kader di wilayah Gowa.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Gowa, Ustadz Dr. H. Muh Haidir, S.Sos., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga ritme pembinaan (tarbiyah) sebagai bahan bakar utama dalam menggerakkan roda dakwah di tengah masyarakat.
Kisah Hijrah: Meninggalkan Riba demi Ketenangan Jiwa
Suasana haru menyelimuti masjid saat salah satu narasumber berbagi kisah inspiratifnya. Mantan bankir yang hijrah pada tahun 2014 ini menceritakan titik baliknya setelah menunaikan ibadah umrah.

"Waktu itu gaji pokok saya 15 juta rupiah. Namun, sepulang umrah dan ditugaskan di Bali, hati saya tidak tenang. Saya berikhtiar untuk resign karena ingin meninggalkan riba," ujarnya di hadapan jamaah.
Keputusan tersebut tidaklah mudah. Ia harus menghadapi kekhawatiran orang tua dan tanggungan finansial yang masih berjalan. Namun, ia mengaku kekuatan utamanya berasal dari lingkaran tarbiyah.

"Bayangkan dari belasan juta lalu tiba-tiba tidak punya apa-apa. Tapi murabbi saya selalu menanyakan kabar. Riba itu membuat stres dan emosi mudah meluap. Bertemu dengan saudara-saudara se-aqidah di tarbiyah inilah yang menguatkan saya," tuturnya.
Gerakan Sejuta Dai: Mesin Pencetak Pahala
Puncak acara diisi oleh Ustadz Qasim Saguni yang membawakan materi penguatan ideologi dakwah. Ia menegaskan bahwa jalan dakwah adalah jalan yang lurus dan tidak mengenal kata pensiun.
"Di jalan dakwah ini, kita justru akan merasa semakin muda. Jika di akhirat kelak banyak manusia saling bermusuhan, kita berharap ukhuwah di tempat ini menjadi penyelamat kita karena kita bersaudara karena Allah," jelas Ustadz Qasim.
Beliau juga memaparkan urgensi program Gerakan Sejuta Dai (GSD). Menurutnya, GSD bukan sekadar angka, melainkan sebuah gerakan pembinaan pribadi muslim secara kolektif (amal jama’i) yang masif.
"GSD adalah mesin pencetak pahala bagi kita. Ini adalah gerakan serentak Wahdah Islamiyah di seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Kita ingin semangat ini mengkristal agar semakin banyak umat yang menjadi lebih baik," pungkasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama para kader untuk menyukseskan GSD di unit terkecil mereka masing-masing, sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap perbaikan umat. []



Radio Wahdah